Bappeda Kukar Lakukan Penyusunan RPJMD 2025-2030

img

Kabid Ekonomi dan SDA Bagus Eko Sampurno (riz/Poskotakaltim)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKR : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) tengah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar periode 2025-2030 mendatang.

Penyusunan dokumen strategis ini akan menjadi pedoman arah pembangunan daerah selama lima tahun ke depan.

Plt Kepala Bappeda Kukar Sy. Vanesa Vilna melalui Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Kukar Bagus Eko Sampurno mengatakan, tahap penyusunan ini merupakan langkah penting, untuk memastikan RPJMD nantinya selaras dengan visi-misi kepala daerah.

Serta tetap berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).

“Kami mulai menyiapkan kerangka awal dan data-data strategis agar proses penyusunan RPJMD berjalan efektif dan berbasis pada kebutuhan riil masyarakat,” kata Bagus Eko Sampurno pada Kutairaya, di ruang kerjanya, Selasa (11/11/2025).

Menurutnya, salah satu fokus utama bidang ekonomi dan SDA dalam RPJMD nanti adalah penguatan sektor unggulan daerah, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

“Kukar memiliki potensi besar di sektor-sektor tersebut. Tantangannya adalah bagaimana potensi ini bisa dikelola secara optimal dan berkelanjutan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, tim Bappeda kini tengah menghimpun data dan evaluasi capaian pembangunan dari RPJMD sebelumnya. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan arah kebijakan baru, termasuk strategi peningkatan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Evaluasi menjadi sangat penting untuk mengetahui program mana yang sudah efektif dan mana yang perlu diperbaiki. Kami ingin memastikan pembangunan ekonomi Kukar tidak hanya tumbuh di angka, tapi juga berdampak langsung pada masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Bappeda juga akan mengintensifkan koordinasi dengan seluruh perangkat daerah dan stakeholder terkait, termasuk sektor swasta dan akademisi.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak akan memperkuat kualitas perencanaan dan mendorong terciptanya sinergi pembangunan lintas sektor.

“Kami mendorong agar penyusunan RPJMD tidak hanya menjadi dokumen administratif, tapi benar-benar menjadi arah kerja nyata yang disepakati bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam tahap penyusunan ini, Bappeda Kukar juga menekankan pentingnya pembangunan ekonomi hijau dan pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.

"Kami berharap, penyusunan RPJMD ini berjalan dengan baik dan bisa segera disahkan sehingga menjadi acuan program kerja," ungkapnya. (Adv/riz)